Ia sengaja memarkir mobilnya di salah satu sudut jalan kemudian berjalan kaki menelisik satu per satu rumah makan yaang ada di jalan itu. Hati dan jiwanya masih terbelenggu oleh bayangbayang wajah Annisa. Bokep Montok Tetapi Andhika tidak ingin peduli sedikit pun. Dia benar-benar Annisa sahabatku sewaktu duduk di Madrasah Aliyah dulu,” jawab Andhika.“Ini, tidak mungkin anak muda,” ujar seorang warga yaang mengaku masih kerabat dengan orangtua Annisa, “Mereka sudah dua tahun tidak tinggal di sini. Dedaunan di pohon-pohon mangga yaang tumbuh sana tampak basah oleh gerimis yang turun malu-malu & atas langit.Mata Andhika tiba-tiba tèrtumbuk pada kursi anyaman bambu yaang ada di bawah pohon mangga di ujung pekarangan.Ingatannya melayang pada kenangan masa silam.




















