Tapi aku tidak mau pikir panjang lagi, lagipula nanti aku bisa-bisa susah tidur, soalnya kan besok harus masuk kerja.Besoknya saat istirahat makan siang, aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya. Tapi aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Bokep Indonesia aahh..!” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan pantatnya.Tiba-tiba dia menjerit histeris, “Oohh.. Aku memiliki seorang paman yang belum menikah. sshh.. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. “Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Dini sambil tertawa. Lalu aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, sudah waktunya nih, pikirku.




















