Seluruh wajahku terasa panas, kedua kakikupun terasa gemetar.Pak Hr seperti diberi kesempatan emas. “Sebentar ya…”, katanya lagi sambil masuk ke dalam ruangan. Vidio Sex “Pak…!”, rintihku memelas. Namun entah mengapa aku justru berlari masuk ke sebuah kamar tidur. “He-eh deh, sampai nanti!” Ratna berlalu.Dengan memberanikan diri aku mengetuk pintu. Persetan dengan tubuhku yang masih telanjang bulat.Pak Hr kemudian bangkit berdiri, ia menyulut sebatang rokok. Dinding ruang tamunya bercat putih. Terasa benar, telapak tangannya yang kasap di permukaan buah dadaku, ditingkahi dengan jari-jarinya yang nakal mepermainkan puting susuku. Aku menoleh ke arah sumber suara tadi yang aku perkirakan berasal dari dalam mobil yang berjalan perlahan menghampiriku.
















