Eh, sori kok malah curhat..”
“Santai aja Jen, setiap orang punya masalah dan banyak cara menghadapinya” kataku seolah psikolog kawakan. “iya nih, buru buru.. Sex Bokep Tangannya juga sudah menggenggam senjataku yang mulai mengeras.“Uh.. boleh aku cium?” bisikku pelan.Jenni mengangguk lemah dan tersenyum. Dengan posisi berdiri, tubuhnya sungguh seksi. Aku pura pura lihat jam. Jenni terus mendesis desis. Usai sesi yang melelahkan sore itu, kami kembali ke kamar masing masing.Aku antar dia sampai pintu kamarnya dan janjian ngobrol lagi sambil makan malam.“Hmm..elo kok nggak bawa jaket Jen?” kataku ketika dia kulihat agak meringkuk kedinginan di meja makan. Wanita yang kutahu sedang stress dan sedang mencari pelarian sesaat ini harus ditenangkan.




















