Kalo ibu keberatan membantu saya terpaksa belum bisa membantu ibu juga.”Tubuh Lindia yang lunglai, sudah memberikan jawaban pada Pramono. Bokep SMA Raut mukanya tampak kelelahan, tapi ia masih bisa tersenyum hangat pada Lindia sebelum mempersilakan ia masuk.Gadis itu mengenakan jaket serta menyandang tasnya sebelum keluar kamar dan menutup pintu. Pintu gerbang dari besi itu terbuka. Duduk di atas sebuah sofa besar, terlihat seorang laki-laki sedang membaca beberapa lembar kertas. Ketiganya mengenakan pakaian dinas karena saat itu masih pagi dan hari kerja. Hembusan nafas berbau rokok tercium dari belakang Lindia. Maafkan aku… Maaf sayang!”Tubuh Lindia mulai bereaksi. Dia kehabisan tenaga.















