“Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. Salah seorang di antara mereka bernama Felly, perempuan yang tidak terlalu ia cintai, tapi mempunyai tempat tersendiri di mana hatinya tak mampu lari darinya. Bokep Tobrut Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. Entah apa yang mereka bicarakan di sana.Felly ini gadis baik. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. HRC hampir tutup. Sampai pagi. Dia selalu cemberut kalau aku keluar bersama cewek. Sejenak aku linglung. Bule-bule itu minum dan tertawa, ditemani wanita mereka yang tidak kalah menggelikannya.




















