Senang sekali mendengar pudjian itu.Sesudah ajah meninggal dunia suasana dalamj rumah bertambah sepi. Aku senang nonton koboi. Bokeb Satu lagi jang memusingkan benakku jalah me- njangkut kesulitan pekerdjaan se-hari.2.Setelah makan pagi, baru badanku semakin sehat Aku mengambil sebuah madjalah “Selecta” d an membatja Djarang sekali aku inembatja madjalah. maka kuletakkan tanggung djawab pada adikku Nora Mariam. Mereka menjalamiku sekali lagi Dan tuan Krisna berkata:„Kau seorang anak jang tjerdas.”Lalu mereka minta permisi dan meninggalkan rumah kami.Rumah sunji sepi. Ajahku mempunjai satu perusahaan dagang Dan macam-macam andil yang tersebar di banyak perusahaan. Seperti tertera dalam wasiat* Sarinem ”pelayan rumah” diberi uang sebesar 2.000.000.




















