Tante Desi Yang Menggoda

Rupa-rupanya “perkosaan” saya dengan ibu jari kanan saya memakai pelincir di kelentitnya mengundang kembali orgasme Angelina. Bokep jilbab “Sebentar yaa”..mendadak saya bangkit, saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang terang benderang itu dengan segera. Angelina tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. “Rugi, kalau saya tidak orgasme” pikir saya. Tak pernah sekejappun Angelina membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan. “Tanggung” pikir saya. Saya tarik tepi CDnya, teraba vulvanya yang sudah basah, saya gosok pelan-pelan bibir dalam vaginanya. “Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Saya periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. Tanpa perintah kedua, saya berdiri.

Tante Desi Yang Menggoda