Setelah berbincang sejenak maka telpon kututup. Dia mendekati wajahku dan mencium pipiku dengan lembut. Bokep Indo “Tentu saja aku datang, undangannya sudah kuterima kemarin sore kok.” jawabku. Dia mengatakan dia mau turun juga sebab dia merasa mobilnya belum di kunci begitu katanya. Badannya tinggi dan kekar serta penampilannya mempesona seolah memiliki kharisma tersendiri, ditambah lagi wajahnya yang tegas namun menunjukkan kesabaran serta sorot matanya yang tajam. Namun aku lupa telah berjanji untuk menemani suamiku bertemu dengan client-nya untuk acara dinner malam ini. Aku bilang saja bertemu dengan teman lama dan sempat mengobrol dengannya sejenak.Dan tidak lama kemudian, acara pun diakhiri dengan foto bersama pengantin.




















