Murti yang bertubuh kurus dan lelah sehabis kuliah tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti terhadap perlakuan Ci Debora yang begitu tiba-tiba tersebut. Jadilah Ci Debora hanya mengenakan bra dan celana-dalam warna hitam, ia berdiri begitu seksi dan menggoda dengan rambutnya terikat (untuk memudahkannya saat permainan nanti, begitulah yang ada di pikiran Ci Debora).“Sudahlah, kamu menurut saja — toh kamu disini hanya sebulan. Bokeb Toh tidak memberi perbedaan yang berarti..” Ci Debora melanjutkan dengan melepas kancing celana jins Murti dan membuka ritsluitngnya dan melepaskannya.“Pahamu putih dan mulus juga yah..” Terakhir, Ci Debora menurunkan celana dalam Murti.




















