“Kamu mau menemaniku disini malam ini kan?” tanyaku. “Pokoknya serahkan saja tiket itu padaku, aku yang akan mengaturnya. Bokepjilbab “Sure..!” jawabku pasti, sambil merengkuh pundaknya sehingga ia berada dalam pelukanku. Kembali permainan lidah yang luar biasa terjadi. Dengan bermalas-malasan dan setelah merapikan baju kaos yang aku pakai, aku buka juga pintu kamarku. Namun aku menyampaikan kepada pemandu itu dan juga kepada pimpinan rombongan, bahwa aku ingin istirahat saja di kamar, sekaligus menyatakan bahwa aku juga hendak ke China Town setelah magrib untuk membeli oleh-oleh buat teman2 di kantor sepulang dari Malaysia nantinya. “Syukurlah kamu bisa menemukan aku. Aku ingin kamu masih di KL agak beberapa hari lagi,” ujarnya sambil mengecup bibirku mesra.




















