Su’eng datang untuk menagih utang-utang swamiku kepadanya. Bokep Tante Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat. Aqu meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Berto kulihat menyerahkan amplop coklat. Kadang-kadang ia juga memberikan uang belanja lebih padaqu. Sesewaktu itu juga aqu membenci swamiku. Kulihat dari tadi kelihatannya kamu sedikit kedinginan”, ucapnya lagi sembari menyodorkan minuman tersebut.Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aqu merasakan badan dan pikiranku sedikit tenang, rasa gorgi sudah mulai menghilang, dan aqu juga merasakan ada aliran hangat yg mengaliri seluruh syaraf-syaraf badanku.Su’eng kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yg ringan.




















