Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Bokep China Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Air mataku jatuh tanpa terasa. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas.




















