Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Bokep Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Selera makanku mendadak punah. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu?




















