Tia meninju pundakku,
“Awas ya!”, katanya sambil ikut tertawa. Bokep Ojol “Cepret” kamera otomatis memotret. Dirinya ambil semua gambar bugil dirinya, sedangkan gambar bugil kami berdua dan dua gambar seks kami diberbaginya padaku. Gantian aku yang tertawa. Kebetulan bajuku telah kering. Wah nyatanya mereka mulai mencopot kaos jadi bertelanjang dada. Aku diantar ke bukit itu, namun kawanku tidak mau ikut-ikut naik bukit, capek katanya. “Kamu bisa gambar ini dari mana?”, tanyanya. Seusai aku cuci cetak, aku bandingkan gambar Tia dan gambar wanita yang ada di gambar mesumku. Saat memotret memeknya, kubilang juga bahwa memeknya tidak lebih menantang. Ia meminum jusnya dan menatapku tajam, memperhatikan kedua mataku.




















