Irwan duduk di kursi yang aku duduki tadi, aku hanya berdiri diam di depannya, entah kenapa saat dr. Irwan keluar dari ruangan itu. Bokep Cina “Ah… dokter bisa aja” aku hendak beranjak melangkah, tapi kemudian, tiba-tiba saja tangan ku ditarik oleh dr. Malam itu benar-benar malam yang sangat indah buat ku. “gapapa Mir, entar lagi juga enak koq sayang” balasnya. Irwan menatapku jantungku berdegub kencang, mungkin suara deguban itu bias terdengar oleh nya. Irwan, dokter pujaanku itu. Hal itu terjadi selama 3 tahun aku bekerja di rumah sakit itu, dan kini aku sudah pindah juga telah mempunyai seorang suami dan seorang anak, tapi tetap saja aku selalu merindukan saat-saat indah bersama dr.




















