saya membelai rambutnya, mengecup kening dan bibir Andini yang terlihat sangat letih tapi terlihat cantik, walaupun terihat rambut seluruh mukanya dan tubuhnya basah bermandikan keringat.“Lu keliatan capek, Din. Bokeb sayatahu lu orangnya bisa dipercaya. Sentuhan pada perutnya saya langsung berikan tanpa halangan dari kausnya. sayakan cuma bilang minta sperma lu? Jangan konyol..” kata Andini sambil melempar bantal ke arahku. Rasa cemas Andini terkadang memang berlebihan, yang membuat sampai awal tahun 2004 ini belum ada tanda-tanda bahwa dirinya hamil.Setiap ada anggota keluarga atau temannya yang bertanya mengenai hal itu, menambah gundah dirinya. Perasaan nikmat menjalar di dalam tubuhku.Untuk beberapa saat saya masih mendekap tubuh Andini karena belum mau melepaskan rasa nikmatku itu.




















