Mas Berto mengerti keterkejutanku.“Aqu sudah tak tahu lagi dgn apalagi aqu harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aqu tak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.Aqu cuma terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. Dia cuma menjawab“Aqu mencari penghasilan tambahan Bell”, jawabnya singkat dan acuh.Mas Berto makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dgn mulut berbau alkohol, dan hampir tak sadarkan diri, ternyata dia mabuk sangat berat. Bokep Family Begitu melihat Su’eng, Mas Berto terlihat lemas. Mungkin Mas Berto sudah bisa melunasi hutangnya. Mas Berto mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku.Kemudian ia melanjutkan,“Kamu tahu maksud kedatangan Su’eng tadi sore.




















