Dia pandai mijit kok, iya kan, Sayang?”Tanteku hanya tersenyum mendengar pujian dari pamanku. Bokep Colmek Kuhapus semua kotoran-kotoran yang menempel di mataku. Tanteku sudah menyiapkan semua makanannya dan ia juga sudah makan duluan dariku. LUKAS!” jerit tanteku begitu membuka kamar pintuku. Tapi tiba-tiba frekuensi dan getaran yang dihasilkan_speaker_ponselku langsung mengganggu frekuensi otakku yang sedang bermimpi. Aku mengambil nasi dan lauk paukku.“Makan, Tante,” ujarku dengan sopan.“Iya,” jawabnya dengan singkat sebelum is kembali menyantap makanannya.Aku menyantap makananku dengan lahap. Semoga saja.,,,,,,,,,,,,,,,, Memikirkan itu, membuatku jadi tidak konsentrasi untuk makan. Dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya, aku berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi.Kuturuni anak tangga dengan perlahan.




















