Dan selalu, seperti malam-malam sebelum malam itu, aku seperti merasakan ada gerakan kecil, menimbulkan suara gemeretak di alas tidur yang ku tempati. Tapi, ini bukanlah hal mudah. Bokep Tante Akupun mencoba berbaring di samping Nenek, membelakangi punggungnya. Kami biasa main gendong-gendongan dari belakang. “Coba dari tadi cara mengusapnya begini, Mbak nggak akan merasa sakit,” bisiknya lagi nyaris tak bisa kudengar, karena suara hujan yang di tingkahi gelegar petir, terkadang membuat pembicaraan kami sering terinterupsi. Dengan gontai ia berjalan memunggungi aku, tak berusaha merebut kain sumpal kutang nya. Kepala penisku terasa menyundul-nyundul, kain resleting celana pendekku. “Dolan wae, ayo gek ndang cepet adus, terus melu Simbah” begitu nampak olehnya batang hidungku. Sepertinya, tak ada halangan berarti, ketika kaki kananku yang ku tugasi menindih paha




















