Aku tertipu. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Bokep Tante Aku pun segan memulai cerita. Aku menurut saja. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Ia terus mengelap pahaku. Sial. Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Dingin. Apakah perlu menhitung kancing. Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Aku hanya main dengan tangan. Oh.., aku hanya dapat menunduk, melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari di ruangan sempit itu. Aku meringis menahan sensasasi yang waow..! Suara itu lagi. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan.




















