Disekeliling kami hanya pepohonan hutan cemara dikeremangan malam, diiringi suara cengkerik, belalang serta binatang malam lainnya, dipinggir tanah lapang itu. 30 waktu setempat, hawa di pegunungan itu semakin terasa dingin, satu persatu, sepasang demi sepasang, mereka mulai meninggalkan gardu pandang. Bokep Win, cantik sekali kau malam ini” rayuku pula.Tanganku selanjutnya menelusuri tubuh dibalik jaketnya yang tebal. Kami berdua saling berpelukan, saling berciuman, melumat bibir, saling meremas, entah berapa lama.Kami semakin tidak sadar kalau berada diruang terbuka. Aku pulang sendiri, Winny dijemput oleh pacarnya, yang ternyata juga tidak begitu ganteng.“Selamat jalan, ya, hati-hati” kataku sambil mengulurkan tanganku untuk bersalaman.Winny pun menjawab “Terimakasih, Om, ini kenalkan, pacarku”.Aku pun terus bersalaman dan berkenalan dengan pacarnya.“Sigit” katanya singkat.“Yanto” jawabku singkat pula.“Senang ya punya pacar cantik, kok




















