Ayu agak tertegun, tapi tidak menolak.“Mbak…jaga diri di sana ya” kata Faried singkat.Ayu tersenyum, “Ya…makasih, Abang juga, semoga dapat jodoh yang baik” balasnya.Tiba-tiba Ayu melepaskan tangan sopir taksi itu lalu berdiri kemudian menuju kamarnya.“Tunggu bentar ya Bang!” katanya sambil tersenyum penuh arti, ia lalu mengambil remote TV di meja ruang tamu dan menyalakan TV di depan mereka, “nonton aja dulu ya sambil nunggu!” lalu ia masuk ke kamarnya.Di ruang tamu, Faried mendengar sayup-sayup suara air yang mengucur deras dari dalam kamar itu. Bokepjilbab Faried selalu menganggap persetan dengan semua anggapan sinis tentang dirinya. Begitu pula sebaliknya. Ia baru saja menyeruput minumannya ketika sesuatu tiba-tiba membentur sepatunya.




















