“Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu. ampun Aar.. Bokeb “Biar saya yang suapin Bu Winie yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. “Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku. Sekarang kamu lepasin saya Ris..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas. “Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya.




















