Kamu tidak nakal di rumah khan??” sapaku.“Mmmpphh.. Bokep Jilbab/Hijab Ugh,” kalimat yang pasti akan keluar dari mulut Miranda sambil meronta-ronta.“Wallah.. Di kamar itu sudah aku siapkan kamera ccTV yang sangat kecil terpasang tepat menyoroti tempat tidur sehingga aku dengan mudah memonitor keberadaannya dari kamar tidurku.Malam itu aku membiarkan Miranda ‘menikmati’ keberadaannya di kamar itu. Miranda langsung lemas.. Berusaha aku menyatakan ketertarikanku.. Lekuk bodinya yang sangat gitar itu sangat merangsang. “Lapar yaa?”Miranda hanya mengangguk.. Aku mulai mengenalnya dalam sebuah pertemuan, dia adalah supervisor bagian valas disebuah bank terkemuka di ibukota. “Selamat beristirahat Miranda.. Lepaskan ugh.. Aku baringkan dia di tempat tidur itu serta menutup tirai-tirai yang ada di kamar itu serta membiarkannya terikat disitu dengan lampu menyala.




















