kepalang tanggung. Bokeb Maklum masih subuh. Suara knalpot racing yang
menderum membuat sebagian orang menoleh, termasuk beberapa pendengar
yang emang sengaja datang untuk merayakan ultah penyiar pujaannya. Pinggulnya lumayan besar dan ukuran dadanya
juga cukup bikin sesak nafas. “Ki,” panggilnya lembut.“Kenapa?” tanyaku. Maklum masih subuh. “Kayak gitu tuuh!!”
Aku baru ngerti. “Kayak gitu tuuh!!”
Aku baru ngerti. Eh ternyata dia langsung nurunin tangga dan balik menuju
ruang resepsionis. “Ki,” panggilnya lembut.“Kenapa?” tanyaku. Rini. Giliran puting sebelahnya kuputar pelan sambil kujepit dengan
jari-jariku. Pas subuh tadi dia udah dateng dengan
penampilannya yang seger dan menawan. Eh dia malah senyum
lagi dan malah balik nanya,”Kamu nggak ngasih selamat sama aku?”“Oiya ya,” langsung aja kuulurkan tangan dan kujabat tangan halusnya itu,”Met ulangtahun ya? Baru aja ni bibir
kutarik dari pipi kanannya.




















