“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Film Porno Menawan. Tak pernah aku melihat paha semulus serta seindah itu. Jika kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi rambut-rambut halus yg agak kehitaman. Sebagai gantinya, kedua tangan Bu Tiara menjambak rambutku. Lalu aku menengadah. Ia merintih seTiarap kali lidahku menjilat clitnya. Tunjukkan dgn rakus seolah ini adalah kesempatan pertama serta yg terakhir bagimu!”Aku terpengaruh dgn kata-katanya. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Menengadah. Aah, aku menghembuskan nafas. “Kamu tak ingin memeriksanya, Thomas?” tanya Bu Tiara sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku.




















