Ha.. Matanya akhirnya aku tutup dengan lakban sebagaimana aku menyumbat mulutnya. Bokep Indo Live Marissa yang mandiri ini memang hidup jauh dari Ayahnya di Surabaya. Matanya akhirnya aku tutup dengan lakban sebagaimana aku menyumbat mulutnya. Biasanya Marissa pasti berjalan sejauh itu untuk mencari taxi karena tidak ingin bersaing dengan pemakai taxi lainnya. Haah..” Marissa mengambil nafas. Lepaskan aku.. Haa..!”
“Tenanglah Chacha, kamu aman di sini.. Ha.. Belum lagi pakaiannya yang tertutup tapi terbuka. Jangan macem-macem, nanti jam 18.00 aku kembali,” ujarku sambil membiarkannya terikat tanpa menyumbat mulutnya.Dua hari sudah aku menyekap Marissa di rumahku. Naik ke lantai 14 masuk ke apartemanku 1404. Tapi hari makin hari mungkin Marissa merasakan sayang dariku meski segalanya berawal dari sebuah penculikan.Namun aku bisa rasakan bahwa dia mulai mencintaiku.




















