Selesai. Bokep Jilbab/Hijab Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Wanita muda itu mengikuti di belakang. Dia berjongkok mengambil sapu tangan. Aku harus, harus, harus..! Jangan di sini..! “ Si Dila, yang tadi. Dia berlutut mengelap selangkangan bagian belakang. Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihat wajahnya. Bodoh amat. Bicara apa? Satu dua, satu dua. Sebenarnya aku belum pernah bicara di angkot dengan seorang wanita, apalagi separuh baya lagi.




















