“Yang mana Bu ya .” Kini aku yang kurang ajar. Bokep Oh ya, sehari-hari aku dibantu oleh kedua wanita itu. Tak ada yang bisa kuperbuat selain menyerbu sepasang buah indah itu dengan mulutku. Tapi sewaktu aku mau melepas CD-ku, Syeni mencegahnya. Tangannya yang tadi meremasi punggungku, tiba2 sekarang bergerak menolak punggungku. Ah engga.. Wajar juga kalau nafas Syeni sedikit memburu. “Dokter belum mau pulang ?”
“Belum. Oh ya, sehari-hari aku dibantu oleh kedua wanita itu. “Kenapa Bu .” sapaku. Kalau kuteruskan, ada kemungkinan aku tak bisa menahan diri lagi, keterusan dan ,,,, melanggar sumpah dokter yang selama ini kujunjung tinggi.




















