Kamar di rumah kakek memang hanya dua, berhadap-hadapan, walau kamar kakek sedikit lebih besar.Akhirnya, aku lalui hari-hari bersama kakekdan mbak Darsih dengan penuh suka cita. Apalagikalau baru saja terpejam, mungkin butuh satu ember air, baru aku bisa bangun.Sampai akhirnya, saat aku di akhir kelas enam SD, ayah meminta ibu untuk pindah mengikutinya. Bokep Colmek Dia tertawa cekikikan saat melihatnya, Cepetan ditutup, nanti burungnya kabur lho! Aku sendiri tidak keberatan karena selama ini aku memang dekat dengan kakek. Hal itu makin membuat mbak Darsih sayang kepadaku. Dan selama ini tidak pernah ada masalah.Hingga suatu hari, secara tak sengaja, handuk yang kupakai untuk melilit tubuhku jatuh saat aku sedang asyik menimba, padahal saat itu aku sedang tidak memakai celana dalam, hingga terlihatlah burung mudaku di




















