Aku pun berdiri. Bokep Barat Seeerrr, darahku semakin berdesir. “Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Duduk di sini saja”. Kami
terus membaca. Aku menikmati saja. Aku tetap memegang
dadanya, sampai aku tertidur dengan damai. Kulihat
novel itu ada di atas meja. “Ya”
“Kalau begitu, duduklah di pangkuanku”
Aku
kaget, tapi tanpa berkomentar aku lalu duduk di atas pahanya. “Tapi kan saya ingin tahu. Dengan segera Bu Rochim membawanya ke dokter. Dalam tidur aku bermimpi. “Kau sudah pulang, Sapto?”. Otakku sudah tak mampu
lagi membaca. “Huuuaah” Aku menguap panjang, mengeluarkan bau naga.




















