Wanita itu. Bokeb Justeru bulu kudukku meremang. Bagiku ini cukup rapi,” kudengar ia berkata dari belakang. Tak berapa lama kemudian, alunan instrumental Oriega mengalun. “Kenapa kamu bertanya demikian? Pengalaman-pengalaman seksual ala sabun itu. “Pilihan yang bagus,” ucapku tersenyum. “Tenang,” bisiknya. Ia sudah melepas cardigan birunya. “Kenapa kamu bertanya demikian? “Dingin kalau bisa.”
Saat aku kembali dengan dua gelas air dingin, kulihat ia sudah membuat dirinya nyaman di ujung sofa L. “Kenapa kamu bertanya demikian? Kuciumi ujung buah dadanya yang telanjang di depanku. Tanpa sadar aku mengerang saat jemarinya menempel di selangkanganku. Tuduhan semacam itu tidak kusukai. Ia menatap mataku. Ia.Pagi menjelang. Ia tertawa lagi. Geliat dan keringat yang bercampur. Saat ia melepaskan bibirnya dari bibirku, kutatap wajahnya dengan perasaan tak karuan.




















