Aroma asli seorang wanita. Ia masih dingin tanpa ekspresi. Bokep Barat Ke mana ia? Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku.“Mbak Wien.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Toh ia sudah seperti pasrah berada di dekapan kakiku.Aku harus, harus, harus..! Langkahku semangat lagi. Apalagi yang dapat tertinggal? Nampak ada perubahan besar pada Wien. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu.




















