Perlahan namun pasti aku mulai menekan pinggulku ke bawah. Bokep Mama Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. Kebetulan sekali malam itu suami Nyonya Wulandari datang. Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput. Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar tiga puluh delapan tahun itu memandangiku dengan kening berkerut. Di dalam perjalanan aku tahu kalau suami Nyonya Majikanku itu hanya semalam saja. Dan di balik pakaiannya yang tipis itu, dia tidak mengenakan apa-apa lagi. Bagian dalamnyapun terisi segala macam perabotan yang serba mewah dan lux. Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu..”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku. “Maaf, kelihatannya kamu dan kampung..?” ujarnya bernada bertanya ingin memastikan. Dan semuanya sudah terisi oleh pembantu yang bekerja di rumah ini.




















