Bicara apa? Vidio Sex Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Hitam. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”
“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Tidak terlalu ayu. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Jangan di sini..!” katanya.Kini ia tidak malu-malu lagi menyelinapkan jemarinya ke dalam celana dalamku. Aku masih termangu. Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Duduk di tepi dipan. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Jam berapa aku berangkat. Wajahku merah padam. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan.




















