Alkohooooooollll…….”Aku bernyanyi di dalam kamar mandi untuk menghilangkan pikiran jorok yang mengendap dalam otakku.“Brrrr…. “ tanyaku dalam hati. Bokep Korea Mau si Mbok panggilin?”“Gak usah Mbok, makasih.”“Itu ibu, Mbak.”“Eh cantik…” ucap Bunda Bram.“Assalamualikum, Bunda.” ujarku memberi salam sambil menyalim tangan Bunda Bram.“Waalaikumsalam sayang, muuuaacchh….” Bunda mencium keningku dan memelukku.“Anak Bunda sudah makan belum? Sambil memejamkan mata aku mencoba mengingat-ingat kembali wanita yang ada dalam mimpiku itu.Di hadapanku kini ada seorang wanita yang sedang berdiri membelakangiku. “Ahhh bodoh amat yang penting keluar.”Kukocok penisku lebih cepat. Bedanya, mereka bukan lagi mengagumi ketampananku, melainkan sedang menertawakanku.“Aduh, telingaku sakit, Nit.” protesku sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih saja menjewerku.“Biarin, biar sekalian telinganya copot!” sahut Nita tanpa mempedulikan rintihan dan ringisanku.Emmmm….




















