“Boleh,” sahutku sambil tersenyum,
“Asalkan sikapmu ceria lagi seperti dulu.”
“Iya Bunda…iya…” Prima mengangguk- angguk. Bokep Crot Kedua rumah kosku itu pun kuserahkan pengelolaannya terhadap Dayu. Apakah ia merasa makin terobsesi olehku sejak melihatku cuma bercelana dalam saja pada waktu mau memberikan tanda bukti pengiriman paket dari Mama itu ? Yadi juga meperbuat faktor yang sama. Dengan lembut kubelai rambutnya sambil berkata setengah berbisik,
“Bunda sudah tau kok…kamu punya perasaan lain pada bunda….sejak awal berjumpa pun bunda sudah merasakannya…” “Lalu…Bunda marah?” “Nggak,” sahutku sambil melingkarkan lenganku di lehernya,
“bunda malah tambah sayang padamu, Pri…” Ucapan itu kuakhiri dengan kecupan hangat di pipinya. Dan mencolek-colekkan moncongnya ke mulut kemaluanku. Tidak ada sesuatu yang menyimpang. “Tapi yakinkan dulu bahwa Nanda sudah mengunci pintu kamarnya,” kataku sambil bangkit dari kursiku.










