Pertanyaan itu pun makin membulat. Di sebuah café, aku mulai berusaha membalasnya, “Kamu kenapa Pri? Bokep Cina Seusai menghuni rumah yang disediakan oleh suami baruku, aku merasa bahwa aku tidak jatuh ke tangan yang salah. Ayo ngomong dong terus terang. Pasti ada sesuatu yang membuatmu berubah gitu,” kataku sambil membelai rambutnya yang agak gondrong,
“Kamu gak merasa kalau bunda sayang sama kamu ?”
“Iya Bunda….saya merasakannya.”
“Nah kalau gitu, kenapa kamu masih merahasiakannya sama bunda ? Ngomong dong terus terang sama bunda. Ada juga pesuruh pria, Japri namanya.Ia bertugas khusus untuk memelihara taman serta kebun yang terletak di belakang rumah. Tapi awas…jangan sampai ada yang lihat. Lalu…kurasakan tangannya menyentuh betisku. Kedua tanganku juga.




















