“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Linda. Tapi nggak mau dirayakan. Bokep Mom Aku memang tidak mengerti dengan kekecewannya. “Kok Linda nggak bilang sih…?”, aku mendengus sambil menatap Linda yang jadi memerah wajahnya. Tapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tidak bisa bernapas. Sedangkan Linda malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dengan berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya. Padahal banyak teman-temanku, terutama yang cowok bilang kalau gadis itu menaruh hati padaku.Sebut saja namanya Linda. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis




















