Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Bokeb Tetapi tdk lama, suara pletak-pletok terdengar semakin nyaring. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Nafasnya tercium hidungku. Kaki kusandarkan di tembok yg membuat ia bebas berlama-lama membersihkan bagian belakang pahaku. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aq kalah lawan kancing. Ah, kini ia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Tapi kakiku saja yg seperti memagari tubuhnya. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Bau tubuhnya tercium. Hitam. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Aq tdk tahan. Untung ada tissue yg tercecer, sehingga ada alasan buat Iin.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yg menunggu telepon.




















