Dia menoleh dan memandangku dengan tatapan yang berlinang air mata.“Aku sungguh-sungguh minta maaf!” ucapnya diantara isak tangisnya.“Itu terjadi begitu saja bulan lalu. Vita memandangku seakan meminta ijin. Bokep Rusia Erina menerimanya tanpa sepatah katapun. Aku percaya padanya. Aku coba hentikan, tapi dia tidak mengijinkanku.Nafasnya tersengal terdengar antara menahan deraan nikmat atau sakit, dan dia terus mengguna kan pahanya untuk menarikku semakin erat. Aku masih belum merasa mabuk, tapi rasa sakit di hati sedikit terasa hilang.Erina keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arahku. Erina menarik nafas.“Akan kupikirkan.”“Dan diskusikan dengannya soal belum juga hamilnya kamu. Lalu dia memperlihatkan padaku rekamannya dengan Erina yang sedang bercumbu. Aku masih sangat terguncang untuk dapat berpikir jernih.“Abang belum tahu?” tanyanya tak percaya.




















