Mereka yg melihat reaksiku, berkata:“Kenapa neng, gerah ya?”
“Iya nih pak”, jawabku
“Buka aja neng bajunya”, timpal mereka lagiGila, yg benar saja. Beliau memasukkan jarinya.“Ooohhh sakit pak… Ooohhh …” begitu kataku, ketika jari tengahnya masuk. Bokep Agak risih juga, karena aku gadis seorang diri di sana sementara baju SMA ku yg sdh lembab terlihat agak transparan.Beberapa lama kemudian, karena hujan belum reda, Pak iwan menawarkan teh manis hangat yg tersedia di pos tersebut. Aku mengangkat pantatku untuk membantunya.“Wah, cantik banget neng, meqinya. Kulitku sawo matang seperti kebanyakan gadis jawa, rambut lurus panjang berwarna hitam sepunggung. Bajuku sdh setengah basah akibat hujan dan tampaknya bapak ojek ini, sebut saja Pak mahmud (aku hingga kini tdk tahu namanya), tdk membawa jas hujan.Melihatku hampir kuyup dan kedinginan,















