Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Bokep Rusia Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku. Dia punya usaha untuk hidup. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Dia terpelanting. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil




















