Kubuka kakinya lebar-lebar, tercium aroma yang khas namun segar.“Mau diapain To?”“Tenang aja, Aku juga ingin jilatin milikmu”“Enggak usah To. Bokep Ketika kutanya apakah namanya hanyalah nama profesi atau nama sebenarnya, ia mengeluarkan KTP-nya dan menyerahkannya padaku.Kubaca, “Widya Erma”. Setelah kutembakkan laharku, kami sama-sama berbaring ngobrol sampai waktu habis. “Baru pulang dari kampus ya mas” tanyanya dengan ramah.“Iya mbak” jawabku“lho kita pernah ketemu kayaknya mbak”Dengan senyumannya dia mengelak bahwa belum pernah ketemu denganku.Mungkin kebanyakan pelanggan jadi dia lupa tannyaku.




















