“Terus ini kita mau kemana?” aku mulai dongkol.“Anterin aku pulang, ama sekalian aku mau minta tolong benerin laptopku, kan kapan hari kamu pernah janji mau install ulang windowsnya.”“Lah, kan kamu bawa mobil, Nit?”“Tadi aku ke kampus naik gocar, mobilku lagi dibawa pak Mamat untuk diservis.”“Laah… kamu gimana sih? Bokep Mama Buahahahaha, kayaknya kepalaku emang beneran kosong deh.”“Aduh malu ‘kan, ini jadinya. “Terus kopinya?”“Iya. “Dasar mak lampir.” gerutuku.“Upss!” aku yang keceplosan langsung buru-buru menutup mulutku.“Kamu tadi bilang apa Bram barusan?” tanyanya padaku sambil tersenyum manis kepadaku namun auranya terlihat sangat menyeramkan.“Eng… Enggak Nit aku gak bilang apa-apa kok.” jawabku ketakutan.“Kamu tadi bilang aku kayak mak lampir kan.” Serunya dengan mata melotot menatap tajam kearahku.




















