“Maksudnya gimana Teh?” “Hhh…. Aku takut melukai perasaan Wein. Bokepjilbab Rini turun ke bawah duduk diatas karpet di sebelahku. Kutengok ke kananku, ternyata lemari pakaian kamar tamu ada cerminnya. Rini membalas dengan cubitan pelan di pahaku. Kamu tau aku sengaja berdandan gini buat kamu?” AKu semakin bingung. Mukaku merah padam, bahagia rasanya bisa memuaskan Rini. Kamu mau kan muasin aku. Gila aja, ini kan sama aja aku menghianati karibku sendiri, seseorang yang sudah kuanggap kakak. ya you know” “Iya, gw ngert, trus gimana prosesnya nih. Semakin kuat aku menggeseknya, semakin kuat pula jepitan. “bentar…hhhh… time outtt..hhhh” Ujar Rini menyerah. Dengan keakraban kami, aku juga kenal baik dengan istrinya. Kondisi Wein luka parah, beberapa tulangnya remuk khususnya pinggul kiri ke bawah.














