Suamiku melongo sekarang. Si Indun ternyata udah gede, hahaha…” kata suamiku sambil menunjuk selangkangan Indun. Bokep HD Indun terpekik tertahan. Aku juga sadar, sebenarnya kami yang salah karena bercinta dengan suara segaduh itu. Hari selanjut sore-sore kami berdua menemui dokter Merlin. Ohhh… aku berusaha untuk menahan badanku agar tidak menindih anak itu, tapi tanganku malah menekan dada Indun dan membuatnya jatuh terlentang sekali lagi. Dan, deg! Di dalam kamar tangisanku pecah. Dan jelas sesuai dengan waktu kejadian, ini adalah anak Indun, si anak SMP yang belum cukup umur. Aku tidak tahu apakah dia ingin agar anak itu gugur atau karena dia merasa sangat bernafsu padaku.




















