Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilat di depanku. Sungguh lembut tubuhnya. Bokepjilbab Maklum, aku hanya bisa berada di Jakarta hanya sehari. Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuhnya. Aku mengerti. Lidahku kini bermain di pusar Silvia, sambil tanganku mulai mengusap- usap pahanya. Erangan Silvia semakin kuat dan nafasnya pun yang terus mendesah. Goyanganku semakin kencang. Keringat bercucuran di dahi kami. Awalnya saya membelai rambut Silvia dan mencium bibirnya. Lalu Silvia memegang lenganku erat-erat.










