Tangan Kelvin mencoba melorotkan celana dalamku, tapi aku tahan, “Stop di sini… pleaasse, aku enggak bisa melanjutkan…” aku masih mencegahnya dengan cara menempatkan tangan kiri di celanaku dan tangan kanan mendorong jauh bahunya. Tetapi baru saja aku menyetujui ajakan lunch-nya. Bokep Tobrut Kelvin merangkul pinggangku, membawaku ke dalam pelukannya. Setelah kututup pintu, tanpa disangka Kelvin sudah menyusul di belakangku. Matanya langsung menangkapku. Take your time.”
“Iya deh. Aku hanya tersenyum. Aku tidak berminat. Kepalaku menggeleng-geleng. “Ngapain dia mau ikut-ikut bayar”, pikirku. Sini bajunya aku bayar dulu.”
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran. “Hmm, okay deh. Matanya langsung menangkapku. Sejujurnya aku ingin menikmati apa yang dia tawarkan, harus kuakui aku memang membutuhkannya.




















